Jumat, 12 Juni 2015

GIAT BINLUH DI SMA YPM 4 DRIYOREJO GRESIK




Gresik, "Narkoba mungkin tidak asing lagi bagi kita. Hal itu sering muncul diberbagai media baik itu media elektronik maupun media massa. Indonesia telah menjadi perdagangan gelap narkoba, dari tahun ke tahun semakin meningkat dan itu akan berakibat pada generasi muda atau generasi penerus bangsa. Menurut data rata - rata pemakai/ penyalahguna narkoba adalah usia 15 s/d 24 tahun.

Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman sebaya. Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya. Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi ketergantungan terhadap narkoba. ungkap Ro’is selaku kepala sekolah pada kegiatan dengan tema Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan & Peredaran Narkotika (P4GN) di SMA YPM 4  Driyorejo gresik yang melibatkan 250 siswa/i dan dewan guru. rabu (2/04/2015) Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Sungguh sangat di sayangkan para remaja saat ini dengan mudah melakukan perubahan social dan budaya dengan mengadopsi budaya luar tanpa adanya filter. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
kegiatan yang dikemas dengan sosialisasi narkotika merupakan langka apresiatif untuk mencegah siswa/i dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang karena lingkungan tersebut merupakan daerah yang dikelilingi oleh banyak pabrik sekaligus jumlah penduduk banyak yang pendatang.

Kamis, 11 Juni 2015

BNN Kabupaten Gresik lakukan pembinaan P4GN pada Warga Gending untuk menuju Gresik Sehat

Rabu (08/04/2015), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik melakukan pembinaan pada warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas dalam rangka program Gresik Sehat yang diikuti oleh Pemkab Gresik. Dalam giat yang ditempatkan di Balai Kelurahan tersebut, Penyuluh BNN, M. Zaimil Fanani memberikan materi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), setelah dr. Muhibatul Husna dari Dinas Kesehatan Kab. Gresik memberikan materi tentang HIV/AIDS pada sesi sebelumnya. Lurah Gending, Nur Faridah sangat mendukung kegiatan ini, selain itu ia juga menyampaikan bahwa di Kelurahannya telah memiliki Kawasan Bebas Asap Rokok.
Kegiatan yang bermanfaat tersebut, diikuti oleh puluhan warga Kelurahan Gending yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai Ibu-ibu PKK, pemuda Karang Taruna, sampai Karang Wredha. Banyak pertanyaan yang muncul tentang materi P4GN, salah satunya adalah pertanyaan unik dari salah seorang ibu, ia menyakan Apakah seseorang bisa kecanduan dengan memakai Narkoba karena dihipnotis.

Dalam forum yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut, Kasi Dayamas dan Rehabilitasi BNN Gresik, Enny Kristyawati turut menyampaikan, bagaimana kiat warga dalam membangun kawasan bebas Narkoba.  Termasuk diantaranya adalah “Lingkungan yang bebas narkoba harus dimulai dari lingkungan Keluarga yang bersih dan harmonis” tu
turnya pada saat akhir acara. “kami menerima dengan tangan terbuka, apabila ada masyarakat yang melaporkan sanak saudaranya, untuk direhabilitasi karena kecanduan Narkoba” imbuhnya.  

BNN Kab. Gresik penyuluhan di SMK Semen Gresik


Senin (30/03/2015), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik memberikan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) siswa-siswi SMK Semen Gresik di Aula Sekolah yang beralamat di Jl. Arif Rahman Hakim tersebut. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dengan Narasumber Kepala BNN Kab. Gresik sendiri, yaitu AKBP. Agustianto, S.H. Sementara pada sesi kedua, siswa-siswi kelas XII, mendapatkan materi P4GN dari M. Zaimil Fanani, Penyuluh BNN Kab. Gresik.
Kegiatan tersebut cukup menarik minat siswa-siswi SMK Semen Gresik, mengingat maraknya peredaran Narkoba di kalangan pelajar. Disamping itu, isu narkoba hari ini sering diperbincangkan di media elektronik, mulai tema hukuman mati bandar Narkoba, sampai pernyataan Presiden Joko Widodo, bahwa Indonesia dalam kondisi Darurat Narkoba. Alhasil, banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan para siswa, mulai ciri-ciri pecandu Narkoba, serta bagaimana kiat remaja agar terhindar dari pengaruh buruk Narkoba.  

Dalam forum yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut, kepala BNN Gresik, menyampaikan perihal perkembangan kasus Narkoba terkini, yang perlu diketahui oleh siswa-siswi maupun segenap pendidik di SMK Semen Gresik. “Pada setiap kegiatan, baik itu seminar atau penyuluhan, kami selalu menekankan persoalan Rehabilitasi, mengingat jumlah pecandu yang begitu banyak itu berarti permintaan pasar pun tinggi. Masyarakat rata-rata masih takut karena belum mengerti, bahwa pecandu bisa direhabilitasi tanpa perlu ada sanksi hukum” ungkap M. Zaimil Fanani, Penyuluh BNN Gresik. 

GIAT BINLUH DI SMK BHAKTI KITA DRIYOREJO GRESIK


Gresik, Banyak pemakai narkoba menjadikan latar belakang keluarga menjadi alasan mengapa ia menjadi pecandu barang haram itu.  Ada beberapa orang mengatakan alasan seperti itu tidak masuk akal. Tidak seharusnya  hanya karena keluarga mereka yang cerai atau pecah belah  anak muda  lari ke jerat narkoba, karena keluarga mereka berantakan. Justru, kondisi keluarga yang tidak kondusif bisa menciptakan karakter yang kuat yang berujung kesuksesan di kemudian hari. Keluarga broken home juga bukan alasan untuk pakai narkoba. Banyak sekali orang hebat yang lahir dari keluarga yang nggak lengkap atau pun bermasalah.Para pengguna narkoba sebenarnya tipe orang culun.

 Sebenarnya pemakai narkoba sama sekali enggak gaul dan enggak asyik. Karena enggak berani tampil tanpa narkoba, cupu. Yang asyik itu yang percaya diri. Salah jika  memakai narkoba karena ingin dibilang gaul oleh lingkungan, juga alasan, ikut-ikutan.Bisa jadi tadinya hanya ikut - ikutan pakai narkoba atau hanya untuk  pelarian  dari masalah, keluarga, pacar, pekerjaan dan lain sebagainya, akhirnya  terjebak sampai ketagihan dan menyengsarakan diri sendiri. Ungkap waka kesiswaan.
Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman sebaya. Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya. Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi ketergantungan terhadap narkoba. kegiatan yang dikemas dengan sosialisasi narkotika merupakan langka apresiatif untuk mencegah siswa/i dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang karena lingkungan tersebut merupakan daerah yang dikelilingi oleh banyak pabrik sekaligus jumlah penduduk banyak pendatang. Pada kegiatan dengan tema Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan & Peredaran Narkotika (P4GN) yang diadakan oleh BNN gresik di SMK Bhakti Kita Driyorejo gresik yang melibatkan 310 siswa/i dan dewan guru. rabu(07/04/2015)




BNN Kab. Gresik lakukan pembinaan pada calon karyawan PT. Petrokimia Gresik



Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta diklat tersebut cukup menarik minat mereka, mengingat peredaran Narkoba di kalangan karyawan cukup lah tinggi. Disamping itu, isu narkoba hari ini sering diperbincangkan di media elektronik, mulai tema hukuman mati bandar Narkoba.  
Pada sesi selanjutnya, BNN Gresik menugaskan penyuluhnya, M. Zaimil Fanani untuk memberikan materi Narkoba secara detail, agar peserta lebih mengenal apa yang itu narkoba serta dampaknya, sehingga mampu menjadi pribadi yang immune terhadap Narkoba. Forum yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut, memunculkan berbagai pertanyaan peserta, mulai perihal sanksi hukum sampai efek ketergantungan Narkoba.
Pada forum ini, BNN Gresik juga menekankan pentingnya pecandu untuk direhabilitasi, ketimbang dipenjarakan. “Pecandu tidak akan sembuh hanya dengan dipenjarakan, dan itu menjadikan pecandu semakin bertambah. Perlu dicatat bahwa banyaknya jumlah pecandu juga akan meningkatkan jumlah peredaran gelap” ujar Kepala BNN Gresik, pada akhir acara.