Minggu, 05 Mei 2013

SOSIALISASI P4GN DILINGKUNGAN SEKOLAH SMPN 2 BALONG PANGGANG KABUPATEN GRESIK



Pengetahuan tentang seluk-beluk narkoba harus dimiliki oleh seluruh rakyat agar mereka tahu, sadar, dan karena itu dapat ikut berperang dan menang. Itulah kunci sukses untuk memenangi perang melawan penyalahgunaan narkoba.Mencegah lebih baik daripada mengobati. BNN Kabupaten Gresik berupaya menciptakan lingkungan sekolah bebas dari narkoba dimana Narkoba yang merupakan masalah yang krusial yang ada di Indonesia  dan butuh Reaksi cepat dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya.  Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memberikan Penyuluhan kepada siswa-siswi SMPN 2 Balong Panggang pada hari Kamis (2/5). Kegiatan penyuluhan P4GN yang digagas BNN Kabupaten Gresik ini dilakukan untuk mencegah kalangan pelajar di Kabupaten Gresik agar diharapkan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba.

Kegiatan ini dibuka oleh Kasi Pencegahan, Ir. Eko Wahjudi pada pukul 08.00. dalam sambutannya beliau berkata bahwa “ Pendidikan tentang bahaya Narkoba harus di hindari sejak dini. Peran serta keluarga dan pendidik sangat dibutuhkan demi mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan sekolah”.

Penyuluhan ini dihadiri oleh 100 orang siswa-siswi dari SMPN 2 Balong Panggang juga dihadiri. Seluruhnya sangat antusias menyimak materi yang diberikan oleh BNN Kabupaten Gresik Tentang apa itu narkoba mulai dari jenis,efek dan gejala setelah memakai narkoba.

“Saya sangat puas dapat mengikuti sosialisasi P4GN yang diadakan oleh BNN Kabupaten Gresik dan semoga kegiatan tersebut dapat terlaksana  terus dan berkesinambungan. Ujar Dwiyanto siswa kelas VII SMPN 2 Balong Panggang.

Sebagai kenang-kenangan dibagikan Topi bertuliskan Anti narkoba sebagai simbolik untuk bersama melawan narkoba.

Pengadilan Negeri Gresik pun Disentuh BNN



Peredaran narkoba diwilayah Gresik terus diwaspadai. Sebab, barang haram tersebut tidak hanya mengancam kalangan pelajar dan masyarakat, tetapi juga di kalangan para pejabat publik. Oleh sebab itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik. selain melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba, BNNK memeriksa  para pejabat pemerintah. Kali ini giliran Pengadilan Negeri Gresik yang menjadi sasaran test urine, hal ini sangat menarik mengingat instansi tersebut, adalah unsur penegak hukum yang pertama kali disentuh BNNK Gresik. 
Mulai pagi hari, seluruh pegawai Pengadilan Negeri Gresik yang berjumlah 60 orang menjalani tes urine di samping Ruang Sidang Gedung Pengadilan Negeri Gresik, Rabu (02/05/2013). Tes urine yang dilakukan mendadak membuat beberapa pegawai kaget dan menghindar. Namun, setelah diberikan pemahaman, 60 orang tersebut pun bersedia ditest, tanpa ada yang lari.
"Kami siap memberi dukungan penuh ke BNNK Gresik. Jika ada pegawai kami yang dinyatakan positif,  kami akan menindak tegas" kata Sudarwin,SH.MH, Ketua Pengadilan Negeri Gresik.
Terlihat beberapa hakim PN (Pengadilan Negeri) Gresik mengambil gelas plastik untuk menampung tes urin. Dalam kegiatan kali ini, seluruh pegawai mengikutinya dengan tertib dan antusias, termasuk para calon hakim yang sedang ‘magang’ di PN Gresik.
“ini akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan, untuk terus memastikan bahwa pejabat penegak keadilan kita benar-benar bersih dari Narkoba. Besok akan kami teruskan ke kejaksaan negeri. Untuk waktu kapannya, tunggu tanggal mainnya lah” Tegas Enny Kristiawati, S.H., Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Rehabilitasi BNN Kabupaten Gresik.   

Jaringan Narkoba Kelas Kakap Di Gresik Mulai Terungkap



­Petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) menggerebek rumah di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Sabtu (27/4) dan menagkap 2 gadis yang terlibat jaringan gelap Narkoba Kelas Kakap.Dua gadis yang ditangkap berinitial NAS (21) dan DP (16). Keduanya ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pascapenangkapan Iwan Setiawan, pengedar narkoba yang tertangkap petugas Bea Cukai Bandara Juanda, Kamis (25/4) lalu.

Kepala Seksi Pemberantasan BNK Gresik, Drs.Kusyairi,”penyergapan Dua gadis tersebut diduga jaringan narkoba sindikat Iwan, Dalam penggerebekan tersebut, kami sebatas membantu tim BNP Jatim. Proses pengembangan masih terus dilakukan," katanya.

Penggerebekan itu berawal dari keterangan Iwan. Versi Iwan, NAS berperan sebagai kurir sabu  sindikatnya. Awalnya dua petugas gabungan mengintai rumah NAS pada Sabtu (27/4/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. NAS selama ini mengaku lulusan program diploma salah satu perguruan tinggi negeri.

Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas gabungan meluncur ke lokasi dengan membawa serta Iwan. NAS ditangkap saat hendak keluar rumah. Saat menyisir rumah NAS, petugas menemukan uang tunai hasil transaksi Rp 200 juta, 30 unit bong (alat hisap sabu) modifikasi siap pakai, 25 butir pil ekstasi, dan 200 gram sabu dan mengamankan 2 unit sepedamotor Scoopy. Sementara DP, pembantu rumah tangga ditangkap karena ikut membantu penyimpanan narkoba yang dibawa NAS. NAS dan DP dibawa ke BNNP Jatim sekitar pukul 17.30 WIB.

Petugas terus mengembangkan penyidikan. NAS diperkirakan tidak sekedar kurir.Peran NAS dinilai cukup vital. Rumahnya dijadikan tempat penyimpanan narkoba oleh Iwan. Narkoba diperoleh Iwan dari Jakarta langsung dikirim ke Gresik, sebelum kemudian diedarkan. BNNP Jatim sudah mendata beberapa nama lain yang masuk dalam jaringan Iwan. Diduga, jaringan ini tersebar di beberapa kota di Jatim.

Usai penangkapan, BNNK Gresik menerjunkan personel untuk berjaga-jaga di kediaman NAS untuk menunggui ayah tersangka. Kondisi ayahnya stroke berat dan mengkhawatirkan. Tubuhnya tidak bisa digerakkan kecuali tangan sebelah kanan.

Text Box: Tersangka IWANIbu NAS baru tiba di rumah pukul 23.00 WIB, setelah meluncur dari Madiun. Pekerja BUMN itu masih terpukul. Tetapi pada Minggu (28/4/2013) ada seorang mengaku aparat Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Gresik. Orang itu menjanjikan membantu NAS.

"Kami minta permintaan penelpon itu jangan dituruti karena banyak laporan serupa berujung penipuan, Apalagi, sesuai Undang-undang narkoba, para tersangka berada dalam pengawasan kami selama 3 x 24 jam," kata Drs. Kusyairi Kasi Pemberantasan BNN Kabupaten Gresik.

Minggu, 21 April 2013

SOSIALISASI / PENYULUHAN ANTI NARKOBA DILINGKUNGAN SEKOLAH KABUPATEN GRESIK



Narkoba merupakan masalah yang krusial yang ada di Indonesia  dan butuh reaksi cepat dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya.Sebagian besar Pengguna Narkoba adalah kalangan pelajar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan sosialisasi anti narkoba terhadap siswa-siswi SMPN 1 Benjeng Gresik pada hari Jum’at (12/4).Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah dan 100 siswa – siswi SMPN 1 Benjeng Gresik.

Dalam sambutannya Kasie Pencegahan BNN Kabupaten Gresik Ir.Eko Indra Wahjudi “Narkoba merupakan perusak moral anak - anak bangsa”. Yang bertindak sebagai penyaji materi M. Zaimil Fanani, S. Pd penyuluh dari BNN Kabupaten Gresik. Materi sosialisasi kali ini mencakup pengenalan tentang narkoba, bahaya penyalahgunaan narkoba, dan landasan hukumnya. Yang menarik, fokus sosialisasi kali ini bertujuan menumbuhkan ide-ide kreatif dari para pelajar dalam menanggapi isu-isu pencegahan narkoba.

“Saya senang dan bersemangat dengan kegiatan ini karena saya sekarang memahami apa itu narkoba dan bahayanya”, ujar Eva, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Benjeng Gresik. Di akhir acara sebagai kenang-kenangan BNN Kabupaten Gresik membagikan Topi bertuliskan “Anti Narkoba”.”Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar generasi muda di Indonesia Bebas Narkoba”,Tambah Eva.

Rabu, 17 April 2013

Kegiatan Wahana Pentas Seni di Pulau Bawean


Inspeksi mendadak di RUTAN Gresik .





              Rumah Tahanan Negara klas IIB Cerme-Gresik mendadak ramai, pasalnya pada hari Kamis (27/2) malam sekitar pukul 18.30 WIB Badan Narkotika Nasional Kabupaten mendatangi Rutan.”Sidak ini dilakukan Dalam rangka upaya memutus peredaran gelap narkoba di kalangan warga lembaga permasyarakatan karena baru-baru ini telah terungkap bahwa peredaran narkoba di kendalikan dari dalam lembaga permasyarakatan narkotika”ungkap H.Sudiyono A., SH. MH Kepala BNN Kabupaten Gresik.

        Dalam sidak tersebut, BNN melakukan koordinasi dengan petugas lapas setempat untuk memeriksa sejumlah sel dan blok narapidana khusus narkoba. Sidak di pimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Gresik serta Kepala Bidang Pembrantasan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gresik yang di dampingi oleh Kepala Lapas. Anggota BNN yang mendatangi rutan terdiri dari 15 orang dari seksi Pencegahan,Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberantasan  dibagi menjadi tujuh kelompok yang didampingi oleh 3 petugas lapas untuk melakukan Sidak. “Kita harus men jeli menggeledah semua daerah dan setiap sudut sel”tambah Kasi Pemberantasan Drs. Moh. Khusyairi. Sidak berlangsing selama kurang lebih 1 jam dan hasilnya didapati beberapa keeping pil yang di anggap BNN Kabupaten Gresik mencurigakan. Langsung saja barang tersebut dibawa dan di berikan kepada Kasi Pemberantasan dan selanjutnya di terliti oleh dr. Singgih. Dr Singgih menjelaskan bahwa barang tersebut bukan Narkoba akan tetapi obat batuk.

       Dalam sidak ini petugas dan warga lapas juga di wajibkan melakukan tes urin.Hal ini di lakukan untuk mencegah keberadaan pengguna narkoba di kalangan warga lapas.Jika diketahui dalam tes urin tersebut  terdapat pengguna narkoba, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kapala lapas mendapatkan tes urin yang pertama,beliau memberikan contoh dan membuktikan kepada warga lapas bahwa dia tidak menjadi pemakai Narkoba.”Saya Ingin semua tes ini hasilnya Negatif dan bnuktikan Bahwa Lapas Gresik BEbas dari Narkoba” ujar Kepala Lapas Gresik.


       Sebanyak 97 urin yang di tes menggunakan 5 Drug test Panel diantaranya untuk mengetahui Amphetamine (AMP), Metham-phetamine (MET), Tetrahydro-cannobinol (THC), Morphine (MOP),  dan Benzodiazepines (BZO). Warga Lapas sangat berantusias unutuk menjalani semua tes yang diberikan BNN Kabupaten Gresik, Mereka bergantian dan berurutan menuju WC yang di jagaoleh anggota BNN Kabupaten Gresik.  Banyak juga yang ingin mengetahui hasil dari tes yang dijalani. Hasilnya 2 dari 97 sample Urin yang di test menunjukkan Positive pengguna Narkoba. Menurut  dr. Singgih tenaga Dokter BNN Kabupaten Gresik, bahwa 2 sample yang menunjukkan positif pengguna Narkoba merupaka False Positive. Setelah semua kegiatan dijalani dan berjalan dengan lancer BNN Kabupaten Gresik memberikan Sertifikat Bahwa Lapas Gresik bebas dari Narkoba. Harapan kegiatan ini para petugas