Sosialiasi Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba

Kepala BNN Kab. Gresik Agustianto SH sebagai narasumber.

BNN Kab. Gresik dan Bupati Gresik Mengajak Pecandu Narkoba Untuk Di Rehabilitasi

Kepala BNN Kab. Gresik memberikan sambutan tentang Ajakan Rehabilitasi kepada Masyarakat Gempol kurung Ke. Menganti Kab. Gresik.

Rabu, 29 Juli 2015

SOSIALISASI P4GN DI SMP & SMK ISLAM ALMUHAJIRIN WRINGINANOM GRESIK


Gresik, Penyalahgunaan dan bahaya narkotika narkoba di kalangan muda dan remaja tidak dipungkiri masih banyak di lingkungan sekitar kita. Karena memang dampak akibat narkoba bagi kesehatan dan masa depan memang tidaklah sedikit. Akan banyak yang dikorbankan oleh karena penyalahgunaan narkotika semacam ini. Banyak pemakai narkoba menjadikan latar belakang keluarga menjadi alasan mengapa ia menjadi pecandu barang haram itu.  Ada beberapa orang mengatakan alasan seperti itu tidak masuk akal. Pada kegiatan dengan tema Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan & Peredaran Narkotika (P4GN) yang diadakan oleh BNN gresik di SMP & SMK Islam Almuhajirin Wringianom gresik yang melibatkan 190 siswa/i dan dewan guru. Sabtu (4/7

/2015). Ungkap ka.sekolah. Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman sebaya. Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya. Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi ketergantungan terhadap narkoba. kegiatan yang dikemas dengan sosialisasi narkotika merupakan langka apresiatif untuk mencegah siswa/i dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang karena lingkungan tersebut merupakan daerah yang dikelilingi oleh banyak pabrik sekaligus jumlah penduduk banyak pendatang.

Rabu, 22 Juli 2015

Halal Bihalal keluarga Besar BNNK Gresik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah / Tahun 2015 Masehi.



(Rabu 22/07/2015) Acara Halal Bihalal yang dilaksanakan di aula Gedung BNNK Gresik guna merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H/2015 M, dan sebagai sarana untuk saling memaafkan antar rekan kerja, sekaligus guna memupuk, memelihara, dan mempererat tali silaturahim antar anggota BNNK Gresik dengan pimpinannya.
Dengan berbaris rapi satu-persatu, serta dalam suasana penuh keakraban,seluruh anggota BNNK Gresik berkesempatan untuk saling bersalam-salaman, bersilaturahim, dan saling bermaaf-maafan dengan Bapak AKBP Agustianto,SH selaku kepala BNNK Gresik. Acara Halal Bihalal tersebut kemudian dilanjutkan dengan silaturahim ke rumah mantan kepala BNNK Gresik AKBP Purn.Sudiyono SH.MH.


Menurut Kepala BNNK Gresik, acara Halal Bihalal yang dilaksanakan BNNK Gresik ini merupakan tradisi dalam rangka untuk meningkatkan dan mempererat tali silahturahim antar anggota BNNK Gresik yang digelar pada hari pertama masuk kerja pasca libur Hari Raya Idulfitri/Lebaran. Momen tersebut dijadikan sebagai ajang guna mengajak kepada seluruh anggota BNNK Gresik untuk sama-sama memulai hal yang baru dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat baik bagi diri sendiri, lingkungan kerja, maupun dalam rangka menumbuhkan soliditas kesatuan secara keseluruhan, sehingga diharapkan ke depan akan menjadi lebih baik dalam mendukung tugas yang diemban oleh organisasi BNNK Gresik.
Kepala BNNK mengajak kepada seluruh anggota BNNK Gresik untuk meningkatkan ketaqwaan dan iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’alla, marilah saling memaafkan atas segala khilaf serta kesalahan untuk menata kembali kehidupan ke depan yang lebih baik lagi dan selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’alla semoga hikmah dan berkah Idulfitri tahun ini senantiasa mengiringi setiap langkah pengabdian kita khususnya keluarga besar BNNK Gresik, dalam mendukung pelaksanaan tugas BNN di masa mendatang.
























Rabu, 15 Juli 2015

BNN KABUPATEN GRESIK GELAR TALK SHOW DI RADIO UNTUK INGATKAN BAHAYA NARKOBA.

Berbagai cara dilakukan Badan Narkotika Nasional(BNN) Kabupaten Gresik untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait dengan bahaya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba(P4GN) kepada masyarakat.Salah satunya dengan menggelar acara talk show lewat radio Swara Giri FM.
Dengan talk show,para penyuluh BNN dapat berdialog langsung dengan masyarakat(para pendengar),diantaranya dengan melakukan komunkasi Tanya jawab melalui telepon. Cara itu dinilai efektif untuk menarik perhatian para pendengar,sekaligus untuk mengetahui respons masyarakat terhadap program kerja BNN,sebab ada kontak langsung dengan masyarakat. Di sampaikan ketua BNN Kabupaten Gresik,AKBP Agustianto selain bisa bertanya langsung,masyarakat juga jadi paham tentang apa itu Narkoba,apa bahayanya bagi kesehatan dan ekonomiserta apa pula efeknya dari segi social dan hokum. “Intinya ,masyarakat paham dengan bahaya narkoba,sehingga timbul kesadaran untuk tidak memakaiataupun memperjualbelikannya. Selain itu,bagi yg sudah terlanjur memakai dan memperjualbelikan  narkoba agar berhenti dan bertobat ,apalagi ini bulan Ramadhan”,terang mantan Wakapolres  Blitar,Minggu(14/07/15).
Lalu,tambah Agustianto bagi para pecandu agar segera menjalani terapi dan rehabilitasi. Sebab kalau tidak di rehabilitasi percuma saja melaporkan diri karena kesadaran sendiri tidak akan di tangkap,namun jika ditangkap aparat penegak hokum pasti akan di jebloskan ke penjara. “Itu yang harus di pahami,karena sudah di atur dalam Undang-Undang ,”tambahnya.

Kegiatan talk show itu,untuk memperluas sekaligus mempercepat penyebaran informasi terkait sosialisasi P4GN kepada masyarakat luas khususnya di wilayah Kabupaten Gresik. Karena dengan talk show,maka pendengar dapat menerima informasi langsung. Ketika mereka ingin berkonsultasi terkait kasus narkoba,bisa di sampaikan langsung melalui telepon.

Senin, 13 Juli 2015

GIAT BINLUH DI SMPN 1 DRIYOREJO GRESIK






Gresik.,Maraknya 
narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. Sebagai makhluk Tuhan yang kian dewasa, seharusnya kita senantiasa berfikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya. Kita harus memerangi kesia-siaan yang di akibatkan oleh narkoba. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja
"Kini, usia remaja juga jadi target pemasaran narkotika. Untuk itu sosialisasi soal bahaya narkotika harus terus digencarkan," ungkapnya pada kegiatan dengan tema Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan & Peredaran Narkotika (P4GN) di SMPN I Driyorejo gresik yang melibatkan 300 siswa/i dan segenap dewan guru. Kamis (02/07/2015 ). Sebagaimana dikatakan Ayu dalam forum tanya jawab, ... kenapa siswa siswi banyak sebagai incaran bagi bandar narkoba... dan sekaligus dia merasa sangat senang dengan adanya Sosialisasi ini, diharapkan bisa memberikan pemahaman pada teman-temanya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Imbuh dia Selaku siswi.

Minggu, 12 Juli 2015

Penyuluhan Dampak Narkoba Di Ranting Muhammaddiyah Bungah Gresik.


(05/06/2015)Sosialisasi  dan Pencegahan pada Lingkungan Masyarakat tentang  Bahaya dan  Dampak dari Narkoba yang di ikuti oleh 150 warga Muhammaddiyah ranting Bungah Kabupaten Gresik. Dari paparan yang disampaikan narasumber, peserta sangat antusias terhadap materi yang disampaikan Narasumber(Drs.Toha Machsun,M.Pd.I)  dan mendukung 

Rehabilitasi kepada para pecandu Narkoba. Namun bagi para Bandar dan pengedar  Narkoba  para peserta mendukung untuk dilakukan Hukuman Mati.

Jumat, 12 Juni 2015

GIAT BINLUH DI SMA YPM 4 DRIYOREJO GRESIK




Gresik, "Narkoba mungkin tidak asing lagi bagi kita. Hal itu sering muncul diberbagai media baik itu media elektronik maupun media massa. Indonesia telah menjadi perdagangan gelap narkoba, dari tahun ke tahun semakin meningkat dan itu akan berakibat pada generasi muda atau generasi penerus bangsa. Menurut data rata - rata pemakai/ penyalahguna narkoba adalah usia 15 s/d 24 tahun.

Penyalahgunaan diawali dengan bujukan, tawaran atau tekanan dari teman sebaya. Didorong rasa ingin tahu atau ingin mencoba mereka mau menerimanya. Selanjutnya, dari pemakaian sekali kemudian beberapa kali dan akhirnya menjadi ketergantungan terhadap narkoba. ungkap Ro’is selaku kepala sekolah pada kegiatan dengan tema Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan & Peredaran Narkotika (P4GN) di SMA YPM 4  Driyorejo gresik yang melibatkan 250 siswa/i dan dewan guru. rabu (2/04/2015) Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Sungguh sangat di sayangkan para remaja saat ini dengan mudah melakukan perubahan social dan budaya dengan mengadopsi budaya luar tanpa adanya filter. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
kegiatan yang dikemas dengan sosialisasi narkotika merupakan langka apresiatif untuk mencegah siswa/i dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang karena lingkungan tersebut merupakan daerah yang dikelilingi oleh banyak pabrik sekaligus jumlah penduduk banyak yang pendatang.

Kamis, 11 Juni 2015

BNN Kabupaten Gresik lakukan pembinaan P4GN pada Warga Gending untuk menuju Gresik Sehat

Rabu (08/04/2015), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik melakukan pembinaan pada warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas dalam rangka program Gresik Sehat yang diikuti oleh Pemkab Gresik. Dalam giat yang ditempatkan di Balai Kelurahan tersebut, Penyuluh BNN, M. Zaimil Fanani memberikan materi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), setelah dr. Muhibatul Husna dari Dinas Kesehatan Kab. Gresik memberikan materi tentang HIV/AIDS pada sesi sebelumnya. Lurah Gending, Nur Faridah sangat mendukung kegiatan ini, selain itu ia juga menyampaikan bahwa di Kelurahannya telah memiliki Kawasan Bebas Asap Rokok.
Kegiatan yang bermanfaat tersebut, diikuti oleh puluhan warga Kelurahan Gending yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai Ibu-ibu PKK, pemuda Karang Taruna, sampai Karang Wredha. Banyak pertanyaan yang muncul tentang materi P4GN, salah satunya adalah pertanyaan unik dari salah seorang ibu, ia menyakan Apakah seseorang bisa kecanduan dengan memakai Narkoba karena dihipnotis.

Dalam forum yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut, Kasi Dayamas dan Rehabilitasi BNN Gresik, Enny Kristyawati turut menyampaikan, bagaimana kiat warga dalam membangun kawasan bebas Narkoba.  Termasuk diantaranya adalah “Lingkungan yang bebas narkoba harus dimulai dari lingkungan Keluarga yang bersih dan harmonis” tu
turnya pada saat akhir acara. “kami menerima dengan tangan terbuka, apabila ada masyarakat yang melaporkan sanak saudaranya, untuk direhabilitasi karena kecanduan Narkoba” imbuhnya.